Nama Mantan Wako MY Dt Malano, Diusulkan Jadi Nama Jalan (Kisah Alumni)
Hampir 50 tahun wafatnya Walikota ke-2 Kota Padangpanjang, Moch Yusuf Dt.Malano Basa diperingati di kediaman keluarga (anak)-nya di Bukiksurungan kota itu, Kamis (8/5). Sekitar 100 orang hadir, mulai dari kerabat, tokoh masyarakat, sampai pejabat Pemko/DPRD setempat, diantaranya Walikota Suir Syam, Ketua DPRD Hamidi dan Wawako Adirozal. Moch Yusuf DT Malano Basa menurut anaknya, Eti Huryati didampingi Amrizal.N (Asisten-I Setdako Padangpanjang), anak kakak dari Moch.Yusuf dan Ahmad Radi (pejabat Bapedalda Provinsi Sumbar) keponakannya, pada 5 Mei 1959 pergi menghadiri rapat di Kantor Gubernur SUmbar di Padang.
Tapi di perjalanan, yakni di Lembah Anai, Moch Yusuf gugur dalam pertempuran yang terjadi antara PRRI dengan ABRI yang kala itu disebut tentara pusat. Ikut gugur pada peristiwa itu Bupati 50 Kota, beberapa orang Brimob, masyarakat umum dan seorang murid SPG yang ikut bersama rombongan. Ibunda kami, yakni Rafiah Latif yang ikut mendampingi ayah kami Moch.Yusuf Dt.Malano Basa ke Padang, kata Eti Huryati, ikut terkena luka tembak pada kakinya, dan Alhamdulillah selamat sehingga sempat membesarkan kami anak-anaknya sebagai single parent sampai beliau wafat pada 1983.
Gugurnya orang tuanya Moch. Yusuf Dt.Malano Basa menurutnya adalah satu resiko perjuangan pengabdian terhadap bangsa dan negara. Sebagai seorang pejuang sejak sebelum merdeka, resiko seberat apapun tidak pernah dipikirkan oleh ayahnya. Lahir 31 Mei 1913 di Gantiang, Nagari Gunung, Padangpanjang dari pasangan Dt.Majo Kayo dengan Anang, pendidikannya di Perguruan Thawalib Padangpanjang, Tamat di Thawalib, terus terjun ke politik lewat Partai Syarikat Islam Indonesia (PSII). Tahun 1942-1945 masa pendudukan Jepang, Moch. Yusuf berjuang lewat tulisan, selain juga aktif membina perguruan agama.Pada 14 Agustus 1945 Jepang menyerah kalah, dan 17 Agustus 1945 kemerdekaan Indonesia diproklamirkan oleh Proklamator Soekano-Hatta. Setelah menerima imformasi kemerdekaan itu, Moch Yusuf bersama pejuang lain lansung mengibarkan Sangsaka Merah Putih di Lapangan Pasar Usang Padangpanjang. Itulah Sangsaka Merah Putih pertama berkibar di kota ini, dan bendera itu masih kami simpan dengan baik, kata Eti.
Pada 1950 Moch. Yusuf diminta oleh Leon Salim dan BM Diah ikut membentuk Jawatan Penerangan Sumatera Tengah. Di sinilah Moch. Yusuf mulai jadi Pegawai Negeri Sipil dengan jabatan awalnya Kepala Jawatan Penerangan di Bengkalis-Riau. Pada 1958 dilantik jadi Walikota Padangpanjang.
Tokoh adat dan sejarawan Padangpanjang, Taufik Dt Mangkuto Rajo yang ikut memberi sambutan saat itu, menilai riwayat hidup Moch. Yusuf yang disampaikan oleh Eti Huryati, sesuai dengan apa yang ia ketahui tentang MochYusuf. Mengenang jasa Walikota ke-2 Padangpanjang Moch Yusuf Dt Malano Basa, Walikota ke-14 Padangpanjang Suir Syam di antara sambutannya sembari menyebut, di sini ada Pak Ketua DPRD kita (Ketua DPRD Kota Padangpanjang, Hamidi). ”Saya mengusulkan agar diabadikan pada salahsatu nama jalan di kota ini,” kata Suir Syam.